Oleh: amicowo | Juli 9, 2009

Bangsaku..maafkan aku!

PEMILU telah usai… tapi sedih rasanya kalau di hari yang menurutku paling berkesan tidak bisa antusias mengikutinya. Hari Rabu kemarin adalah moment yang paling penting, hari yang dapat merubah nasib bangsa. Sebagai warga Indonesia yang baik, kan seharusnya kita harus terlibat dalam urusan pemberian suara, namun tepatnya di jalan taruna 3  RT05/02 Komp. BDN sebagian warga merasa kecewakarena banyak warga di Rt ini tidak di data dalam pemilu presiden kemarin. Boro2 pemilu presiden, yang pemilu legislatif kemarin saja banyak juga yang tidak bisa memberikan hak suaraya. Padahal kan kalau ga salah, meskipun kita tidak di data namun memiliki KTP di Rt tersebut, kalau kita datang hanya dengan menunjukkan KTP saja kan boleh mengikutinya. Tapi kenyataanya di Rt ini, kebenaran tentang hal itu ternyata tidak bisa dibuktikan dengan nyata. Warga yang mencoba untuk datang untuk protes ke pak Rt mengklarifikasi hal tersebut kembali dengan tangan hampa dan merasa kecewa dengan pernyataan dari ketua Rt kami, bahwa tidak bisa untuk memberikan suara. Sebetulnya warga resah dan tidak setuju dengan kepemimpinan Rt disini. Yang namanya urusan mengenai kebersamaan atau paling tidak yang berhubungan dengan pemerintah tidak di gubris atau di nomor duakan, coba kalau urusan permintaan sumbangan atau yang berhubungan dengan uang, waaah tidak usah ditanya dech, kita telat sehari saja Rt_nya ngomel2. Anehnya disaat pemilihan ketua Rt yang baru tepatnya awal tahun yang lalu kenapa dia terpilih lagi menjadi ketua Rt, padahal kan warga disitu pada ga cocok dengan dia, dan warga juga merasa heran disaat dia terpilih lagi mejadi ketua Rt. Perasaan buruk sangka pasti ada ke Pak Rt yang terpilih, paling juga mmmm ya begitulah. Tapi warga ga mau ambil pusing dan bertengkar gara2 ini, terima saja katanya. Untuk masalah pemilu ini saya teringat dengan kata Bapak Anto dosen saya, “kita dipaksa untuk golput, bukan kemauan kita untuk golput”. Pernyataan itu saya pikir benar adanya, karena saya mengalami hal yang seperti itu kemarin. Bukan maksud hati ini tidak memberikan suara, namun saya dipaksa untuk tidak memberikan suara. Maafkan aku bangsaku…..!


Responses

  1. sama donk gw juga golput(golongan orang kulit putih

  2. Selamat pagi.., inspeksi mendadak dari keamanan setempat..!

  3. pa hansip jalan2 melulu!!! ga ke TPS??
    kacian ami tuh ga nyontreng

  4. sutuja mo…. eh setuju bangt… napa bukan km yg nyalonin jd ktua RT,,,,

  5. Haaa……..? gmna ce…..?ko bisa

  6. yhhh ga ikt ber’aspirasi dong
    hehehe

  7. duh…lo mi.tp tetep lanjutkan…!

  8. Udah ganti ajja hansip eeh RT nya ma lho Mie…..!!

  9. sampeyan telah andil ngirit 8 T untuk bangsa ini…

    salam…

  10. yauda besok gw aje yang jadi RT lw

  11. wah sayang banget,,ya,,..tdk bsa ikut untuk ikut serta dlam pemilihan…ak jga gk kedaftar and aku mah bawa ktp and KK..ehhh terus bsa ikut,,,milih….abz-y aku liat di tipi kayk gitu…

  12. harusnya bisa koq klo di pilpres, selain KTP bawa KK juga ga? itu khan mutlak

  13. Alhamdulilah kalau ditempat RT nya ok saya semenjak kejakarta baru disini aja, RTnya emang oke sampe ngedatengin rumah-rumah kontrakan untuk mendata Calon Pemilih, dan kemarin 2 2nya saya bisa nyontreng..

  14. makanya jadilah masyarakat indonesia yang Baik

  15. makanya jadilah masyarakat indonsisa yang baik

  16. banyak-banyak berdo’a aja mas..jangan nongkron mulu…..

  17. jadilah masyarakat yang baik

  18. ora opo – opo kang….sing penting wis niat…tenan ora??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: